Mitos tentang #wortel dari dr. @ryuhasan

1.         Banyak siasat ortu  agar anak2 mrk mau makan sayur. Bujukan yg sering dipakai mis: kalau tdk mau makan wortel bisa buta atau matanya minus.

2.         Oke lah, org tua memang sering melakukan ‘kebohongan kecil’ demi ‘kebaikan.’ Seperti kebohongan tentang #wortel menyehatkan mata

3.         Tapi dalam “kebohongan kecil” ttg #wortel ini, sperti mitos2 lain yg, ada juga “sedikit benih kejujuran”. Sedikit lho ya :)

4.         Tapi lucunya, umumnya kebohongan macam itu diyakini sebagai kebenaran. Mitos bhw #wortel menyehatkan mata ini usianya belum sampai seabad

5.         Mitos bhw #wortel bisa membuat mata anda jadi super bersumber dari ulah angkatan udara Inggris (RAF) thn 1940

6.         Dlm PD II, pilot tempur Inggris, John Cunningham, jadi org pertama yg menembak jatuh pesawat musuh dg bantuan radar. #wortel

7.         Cunningham, pilot tempur malam dg rekor tertinggi di RAF selama PD II. Total kesuksesan mencapai angka 20. #wortel

8.         Skuadron pimpinan Cuningham dikenal sebagai jagoan tempur di malam hari. Julukan si John ini adlh ‘Mata Kucing’. #wortel

9.         RAF menerbitkan kisah di koran Inggris bahwa Cunningham dkk, para pilot malam, punya penglihatan malam luar biasa krn makan #wortel !!!

10.       Org percaya hal itu sepenuhnya, dan mulailah org2 latah makan banyak #wortel spy bisa melihat lebih baik di malam hari, spt Cuningham dkk

11.       Keseluruhan cerita ttg pilot dan #wortel tsb merupakan rekaan RAF utk menyembunyikan penggunaan alat baru temuan andalan mereka: RADAR

12.       RADAR (Radio Detection And Ranging) lah yg sebenarnya membantu sang pengebom Luftwaffe pd malam hari. Bukan karena khasiat #wortel

13.       Pada awal PD II, sebenarnya Prancis, Inggris, AS, Soviet, Itali, Jepang & Jerman masing2 juga punya radar penjelajah dan pengintai. #wortel

14.       Tapi hanya Inggris yg mampu mengembangkan radar ini utk keperluan perang. Mrk punya jaringan radar yg disebut “chain house”. #wortel

15.       Haha :)) RT @gm_gm: @ryuhasan Apakah kelinci termasuk pemakan wortel reguler? Saya duga penglihatannya bagus. Belum ada yg pakai kacamata.

16.       Chain house ini lah yg memandu pilot2 tempur RAF, menentukan koordinat sasaran dg akurasi tinggi. #wortel

17.       Sebetulnya AU Jerman juga melihat banyak jaringan “chain house” yg berupa menara2 radar yg didirikan di sepanjang pesisir Inggris. #wortel

18.       Tapi Jerman terperdaya oleh hoax #wortel yg dihembuskan RAF. Ini krn di beberapa desa di Jerman sudah ada mitos ‘wortel menyehatkan mata’

19.       Dan rupanya kebohongan ttg #wortel yg ditebar AU Inggris 60 thn yg lalu itu memakan banyak korban diseluruh dunia, hingga sekarang.

20.       Lalu dimana letak ‘sedikit kejujuran’ dari mitos bhw makan #wortel menyehatkan mata?

21.       Memang benar bahwa #wortel banyak mengandung karoten yg (normalnya) dlm tubuh kita akan dirubah menjadi Vit A

22.       Benar juga bhw jika kekurangan Vit A, secara umum manusia bisa terganggu fungsi organ2 tubuhnya,  termasuk organ mata. #wortel

23.       Tapi kelebihan Vit A, jg akan menimbulkan masalah yg tdk kalah serius. Pernakah anda dapat peringatan jangan terlalu banyak makan #wortel ?

24.       Dan, pernyataan bhw dg makan banyak #wortel bisa mengobati (myop) mata minus & meningkatkan daya penglihatan, adlh mitos yg sesungguhnya

25.       Saya fikir kita bisa hidup lbh sehat dgn menyingkirkan mitos2 yg menyesatkan. Sekian ocehan ttg mitos #wortel, kurang lebihnya harap maklum.

Seleksi dan Akuisisi

1. Pengertian Seleksi informasi

a. Pengertian

1.         Menurut Sutarno, (2006:174), ”Pengadaan atau akusisi koleksi bahan pustaka merupakan proses awal dalam mengisi perpustakaan dengan sumber-sumber informasi”.

2.         Menurut Sumantri, (2002:29), ”Pengadaan bahan pustaka atau koleksi adalah proses menghimpun dan menyeleksi bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi, hendaknya koleksi harus relevan dengan minat dan kebutuhan peminjam serta lengkap dan aktual”.

3.         Darmono, (2001:57) meyebutkan bahwa, ”Pengadaan bahan pustaka merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan. Semua kebijakan pengembangan koleksi akhirnya akan bermuara pada kegiatan pengadaan bahan pustaka.

4.         Menurut ALA Glossary of Library and Information Science (1983) pengembangan koleksi merupakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penentuan dan koordinasi kebijakan seleksi, menilai kebutuhan pemakai, studi pemakaian koleksi, evaluasi koleksi, identifikasi kebutuhan koleksi, seleksi bahan pustaka, perencanaan kerjasama sumberdaya koleksi, pemeliharaan koleksi dan penyiangan koleksi perpustakaan.

5.         Menurut  Prof.  Dr. Sulistyo Basuki pengertian seleksi informasi lebih ditekankan pada pemilihan buku. Pemilihan buku artinya memilih buku untuk perpustakaan. Pemilihan buku berarti juga proses menolak buku tertentu untuk perpustakaan.Selanjutnya pengertian pengembangan koleksi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan bidang kepustakawanan.Pengembangan koleksi, seleksi dan pengadaan menjadi istilah-istilah yang saling melengkapi.

b. Jenis-jenis alat seleksi informasi/buku

Menurut Darmono, (2001, p. 55-56) menyatakan alat bantu seleksi adalah sebagai berikut:

1.     Katalog Penerbit dari berbagai Penerbit

Katalog penerbit berisi informasi buku-buku terbaru dari penerbit dalam dan luar negeri. Informasi yang dikandung biasanya berisi judul, pengarang, tahun terbit, jumlah halaman, harga buku dan sering pula menyertakan anotasi atau deskripsi cakupan isi buku.

2.     Tinjauan Buku

Tinjauan buku biasanya dimuat pada majalah ilmiah, surat kabar serta majalah popular. Ini merupakan salah satu alat untuk mengevaluasi dan seleksi tulisan bagi tulisan orang-orang ternama.

3.     Bibliografi Nasional Indonesia

Berisi informasi tentang terbitan seluruh Indonesia yang mencakup buku, laporan penelitian, bacaan anak-anak, terbitan pemerintahan, laporan konferensi serta peta.

4.     Daftar Buku IKAPI

Daftar ini merupakan katalog berbagai penerbit Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Katalog ini diterbitkan IKAPI dan isi dari daftar ini memuat judul, pengarang, jumlah halaman, ISBN, dan harga buku. Alat ini memuat informasi judul buku yang merupakan gabungan dari berbagai bidang pengetahuan.

5.    Resensi

Adalah suatu uraian pembicaraan maupun penilaian terhadap suatu karya yang menyangkut bentuk fisik maupun isinya. Resensi dapat disampaikan pada media tatap muka, diskusi buku, media cetak (buku, majalah, dan surat kabar), media dengar (radio), maupun media pandang dengar atau televisi.

Sujono Trimo (1986) menyebutkan beberapa alat bantu penyeleksian bahan pustaka sebagai berikut:

1.     Para ahli resources persons, yaitu para ahli yang diminta rekomendasinya berkaitan dengan koleksi sesuai dengan bidang ilmunya.

2.     Bibliografi (current, restrocpective) lokal, nasional, maupun internasional.

3.     Majalah-majalah profesional/resensi buku dalam surat kabar.

4.     Katalog-katalog penerbit, toko buku, dealer, serta lembaga tertentu.

Yuni Nurjanah (2010) menyebutkan bahwa Kategori alat bantu seleksi yaitu :

1.    Sumber informasi buku‐buku yang baru diterbitkan (in‐print books): dilengkapi dengan indeks pengarang, judul, dan subjek), mencakup data mengenai pengarang, judul, impressum (penerbit, kota terbit, tahun terbit), dan harga. Selain itu biasanya dilengkapi pula dengan ukuran buku, sifat2 khusus buku, keterangan mengenai seri, ISBN, dsb

2.    Katalog, brosur, dan lembar promosi

3.    Tinjauan buku‐buku masa kini

4.    Bibliografi nasional

5.    Pangkalan data terpasang (online database)

6.    Buku‐buku terbaik, daftar yang direkomendasikan, dan koleksi inti

7.    Bibliografi subjek

8.    Daftar Tambahan Koleksi (accession List)

Menurut Maulana Muhammad Fatwa Nafs Al-Rahman(2009) Untuk mendukung proses pemilihan bahan pustaka secara baik dan optimal perlu ditetapkan alat Bantu seleksi, antara lain: Daftar judul buku yang disahkan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah; katalog atau brosur penerbit; timbangan atau resensi buku; daftar terbitan berkala; dan usulan dari para pengguna.

2. Cara mengetes buku

Menurut BNSP menilai kelayakan buku teks pelajaran ada sebagai berikut :

1.      Buku teks pelajaran yang baik seharusnya berisi materi yang mendukung tercapainya SK (standar kompetensi) dan KD (kompetensi dasar) dari mata pelajaran tersebut.

2.      Kelayakan isi buku teks pelajaran dapat dinilai dari :

a.       Kelengkapan materi

b.      Keleluasaan

c.       Kedalaman

3.      Uraian materi yang ada di dalam buku secara implisit memuat materi yang mendukung tercapainya minimun SK-KD yang lengkap

Dalam mengetes buku fiksi, menurut Alex (2008) bacaan yang bagus memiliki isi :

1.      Cerita/tema yang kuat

2.      Plot yang menarik

3.      Gaya penulisan yang pas

4.      Karakter-karakter yang tak terlupakan

5.      Setting yang tepat

6.      Gaya bahasa yang memukau.

Menurut literatur dalam website id.shvoong.com berjudul Tips Untuk Memilih Buku Berkualitas, Dijelaskan bagaimana kiat agar bisa tetap memiliki buku yang berkualitas tanpa harus terlalu lama menghabiskan waktu memilih buku :

1.    Kualitas Bahasa.

Keteraturan bahasa dan kosakata yang sesuai dengan tingkatan pembaca cukup penting untuk criteria buku yang berkualitas karena dengannya kita akan memiliki kesan yang kuat dengan buku tersebut sebab kita paham maksud pengarangnya sehingga mendorong kita untuk memilikinya.

2.    Kualitas Penerbit

Mengapa penerbit menjadi salah satu factor penting? Karena dapat dipastikan bahwa hanya dari penerbit-penerbit yang berkualitaslah sebuah karya tulis yang baik lahir sebab dari penerbit professional kita memperoleh jaminan kualitas buku yang telah melalui proses-proses seleksi dan senor yang ketat.

3.    Kualitas Pengarang

Reputasi pengarang biasanya menjadi salah satu indicator penting penilaian kualitas sebuah buku. Factor pendidikan dan atau pengalaman pengarang biasanya merupakan jaminan dari kualitas karya yang dihasilkannya.

4.    Kualitas isi

Kesatuan isi juga menjadi salah satu faktor penting, sebab dengannnya pembaca akan merasa memperoleh tambahan ilmu pengetahuan sehingga tak merasa rugi memiliki buku tersebut walaupun harganya sedikit mahal.

5.    kualitas cetakan.

Dengan penataan yang profesinal, secara otomatis akan meningkatkan kualitas isi dari buku sehingga pembaca akan memiliki kesan yang kuat terhadap buku tersebut dan merasa sejalan dengannya sehingga tak merasa untuk memilikinya karena pengeluaran yang dilakukan sepadan dengan kualitas buku dan ilmu yang kita peroleh.

3. Prinsip-prinsip Seleksi Buku / Informasi

Seleksi merupakan serangkaian proses kegiatan penelitian dan pemilihan bahan pustaka dalam proses pengadaan koleksi yang akan diadakan oleh suatu perpustakaan untuk menambah koleksi bahan pustaka agar koleksi tersebut sesuai dengan kebutuhan para pemakainya . Dalam melakukan kegiatan seleksi ada beberapa prinsip seleksi yang digunakan. Beberapa prinsip dalam melakukan seleksi bahan pustaka yaitu: (Spiller, 1974)

1.    Melakukan pendekatan subyek (subject approach), artinya dalam melakukan seleksi buku, harus memperhatikan subyek dimana perpustakaan tersebut bernaung atau berada,

2.    Tingkat dan mutu bahan pustaka (level of material),

3.    Harga buku (book prices),

4.    Standard kualitas fisik buku (physical standard),

5.    Dapat dibaca dan menarik (readibility)

Kriteria pengadaan bahan pustaka harus berdasarkan pertimbangan pertimbangan sebagai berikut (Lasa Hs, 2002, p. 10-11):

1.    Relevansi

Untuk pembelian dan penerimaan koleksi perpustakaan hendaknya selalu dikaitkan dengan tujuan perpustakaan yang bersangkutan.

2.    Perundangan dan peraturan pemerintah

Pengelola perlu memperhatikan pandangan, peraturan maupun kebijakan pemerintah pusat atau daerah tentang penerbitan dan perbukuan Indonesia.

3.    Penulis

Perpustakaan harus hati-hati dalam pembelian buku karena penulis sering memasukkan ide atau pemikiran yang tidak sejalan dengan pola pemikiran ajaran-ajaran islam atau dengan kurikulum yang berlaku.

4.    Penerbit

Karya cetak yang dipilih harus merupakan produk penerbit dengan standar kualitas yang tinggi dan reputasi yang baik khususnya dalam penyajian materi. harus selektif dalam pemilihan.

5.    Kualitas Materi

Yang perlu diperhatikan dalam kalimat materi adalah tentang fisik buku seperti kualitas kertas, penjilidan, maupun tata letak layout. Dari sini dapat diketahui buku asli atau bajakan.

6.    Sistematika Penulisan

Sebuah buku harus mengikuti tata cara penulisan yang berlaku, seperti pembagian bab, penomoran, pemilihan huruf besar dan kecil, dan sebagainya. Buku yang tidak sistematis akan membingungkan pemakainya.

7.    Tahun Terbit

Dalam pemilihan buku terutama buku-buku pelajaran hendaknya dipilih buku terbitan terbaru karena kandungan isi buku terbitan lama mungkin sudah tidak cocok lagi dengan kurikulum

Menurut Waluyo (1997, p. 42) ada delapan prinsip pemilihan buku yang dapat dijadikan pedoman bagi pustakawan yang bertugas pada bagian pengadaan bahan pustaka.

1. pemilihan bahan pustaka hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari masyarakat yang dilayani serta disesuaikan dengan tujuan dan fungsi perpustakaan.

2.    buku-buku yang dipilih hendaknya disesuaikan untuk semua orang tanpa memandang golongan etnis, agama, aliran, politik, keadaan sosial dari para pembaca. Dengan demikian perpustakaan ikut membantu pelaksanaan demokrasi kepentingan umum.

3.    pemilihan buku hendaknya ditujukan untuk kepentingan masyarakat agar dapat membawa manfaat kemajuan pengetahuan dan kekayaan jiwa dalam arti positif, baik inspirasi, informasi, maupun rekreasi.

4.    harus ada kebebasan atau kemerdekaan dalam membaca atau seleksi buku. Dihindarkan pengaruh pribadi atau kepentingan dari satu kelompok orang saja, dalam hal kebebasan memilih dan membaca ini, maka secara ideal sebaiknya sensor buku dijauhkan, baik sensor dari pustakawan atau sensor pemerintah.

5.    buku-buku yang dipilih harus memenuhi syarat-syarat kualitas yang ditentukan antara lain dalam subyek, reputasi pengarang, penerbit dan fisik buku, misalnya mengenai mutu isinya, otoritas atau keahlian pengarang, cara penyajiannya, susunan edisi, bibliografi ilustrasi, tipografi serta segala make up fisik dan umum dari buku tersebut.

6.    pustakawan harus memberikan pertimbangan dengan keputusan yang tepat atas pemilihan dan kebutuhan masyarakat. Pustakawan yang akan menentukan keputusan akhir atas buku yang dipilih.

7.    untuk memudahkan tugas seleksi buku sebaiknya mempergunakan alat-alat seleksi sebagai sumber-sumber informasi dalam pemilihan ini, misalnya bibliografi, katalog penerbit, indeks, abstraks, iklan buku, resensi buku, saran-saran dari para subject specialist dan sebagainya.

8.    memilih buku yang tepat untuk pembaca dalam waktu yang tepat.

David Spiller (1982 : 83-90) mengungkapkan secara umum kriteria-kriteria yang diterapkan dalam seleksi, yaitu :

1.        Tujuan, Cakupan, dan kelompok Pembaca

Bahan pustaka yang akan dipilih hrus mempertimbangkan secara sungguh-sungguh kesesuaiannya dengan tujuan, cakupan, dan kelompok pembaca.

2.        Tingkatan Koleksi

Tingkatan koleksi menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan koleksi tertentu. Tingkatan mana yang diprioritaskan dapat berbeda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lain. Dasar perbedaan ini dapat ditimbulkan oleh adanya tipe perpustakaan yang berbeda-beda.

3.        Otoritas dan Kredibilitas Pengarang

Otoritas pengarang harus ditentukan secermat-cermatnya.Jika pengarang bukan pakar yang dikenal dalam bidangnya, kualifikasinya dalam penulisan buku harus diteliti dengan baik.

4.        Harga

Harga publikasi dapat diketahui melalui bibliografi.Namun, untuk mengetahui nilai intrinsic sebuah buku hanya dapat dinilai lewat buku itu sendiri.Selektor perlu mempertimbangkan secara bertabggung jawab ketika memutuskan pemilihan bahan pustaka di atas harga rata-rata. Apakah sangat dibutuhkan dan akan banyak digunakan atau tidak.

5.        Kemutakhiran

Data tentang tanggal penerbitan bahan pustaka tetap perlu direvikasi.Penerbitan bahan pustaka tertentu mungkin saja diterbitkan beberapa tahun setelah penelitian sehingga nilai intrinsik dan kemutakhirannya berkurang.

6.        Penyajian Fisik Buku

Penampilan fisik buku-buku dapat mempengaruhi keputusan seleksi.Bahan pustaka seharusnyalah bersih, rapi, dan dapat dibaca.

7.        Struktur dan Metode Penyajian

Pustakawan dengan latar belakangsubjek tertentu biasanya dapat memperoleh gam,baran tentang struktur buku melalui daftar isi.

8.        Indeks dan Bibliografi

Keberadaan bibliografi dan indeks sebuah buku dapat diketahui secara jelas lewat entri dalam bibliografi nasional. Meskipun demikian, kualitas bibliografi dan indeks akan dapat ditentukan secara tepat apabila langsung diperiksa dan dilihat pada buku itu sendiri. Catatan kaki dan daftar rujukan bias memperkuat klaim keaslian penelitian.

4. Kriteria buku/informasi yang harus di “sensor”

Jaksa Agung Muda Intelijen Mohammad Amari menguraikan sepuluh kriteria buku yang dianggap mengganggu ketertiban umum dan dapat menyebabkan peredarannya dilarang (TEMPO Interaktif, 13 April 2010), yaitu :

1.      Barang cetakan yang berisi tulisan, gambar, atau lukisan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya dalam sidang uji materi Undang-undang nomor 4/PNPS/tahun 1963 di Mahkamah Konstitusi, Rabu (14/4).

2.      Bertentangan dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, atau yang sekarang disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang.

3.      Mengandung dan menyebarkan ajaran komunisme, marxisme, dan leninisme.

4.      Merusak kesatuan dan persatuan masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5.      Merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan.

6.      Merusak akhlak dan memajukan pornografi dan pencabulan.

7.      Memberikan kesan anti Tuhan, anti agama, dan penghinaan terhadap salah satu agama yang diakui di Indonesia, sehingga merupakan penodaan dan perusak kerukunan hidup beragama.

8.      Merugikan dan merusak pelaksanaan program pembangunan nasional yang tengah dilaksanakan dan hasil-hasil yang telah dicapai.

9.      Mempertentangkan suku, agama, ras, dan adat istiadat.

10.  Hal lainnya yang dianggap dapat pula mengganggu ketertiban umum.

Kriteria buku yang harus di ”sensor” menurut Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Pasal 12 ayat (3) :

(3) Bahan perpustakaan yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan disimpan sebagai koleksi khusus Perpustakaan Nasional.

Penjelasan  UU No. 43 tahun 2007 :

Yang dimaksud bahan perpustakaan yang dilarang menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1963 adalah barang-barang cetakan yang isinya dapat mengganggu ketertiban umum, khususnya mengenai buletin, surat kabar harian, majalah dan penerbitan berkala. Untuk kepentingan penelitian dan pengembangan keilmuan, bahan perpustakaan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan disimpan sebagai koleksi khusus Perpustakaan Nasional untuk didayagunakan secara terbatas.


5. Contoh prosentase komposisi subyek pada perpustakaan umum (dari 10 subyek)

NO. URAIAN % JUMLAH
1 000 Karya Umum 10 28
2 100 Filsafat 5 14
3 200 Agama 20 56
4 300 Ilmu-ilmu Sosial 10 28
5 400 Bahasa 5 14
6 500 Ilmu Murni 10 28
7 600 Ilmu Terapan 15 42
8 700 Kesenian 10 28
9 800 Kesusastraan 10 28
10 900 Sejarah dan Geografi 5 14
JUMLAH 100 % 280


DAFTAR PUSTAKA

Darmono, 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta: PT. Gramedia.

Margono, Yusuf, 2009. Pemanfaatan Resensi-Literatur. http://eprints.ui.ac.id/73532/ 1/127302-RB13Y439p-Pemanfaatan%20resensi-Literatur.pdf (download tgl. 20 Desember 2010)

Basuki, Sulistyo, 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Trimo, Soejono, 1986. Pengadaan dan penyeleksian bahan pustaka. Bandung: Angkasa.

Lasa HS, 2002. Membina Perpustakaan Madrasah dan Sekolah Islam. Yogyakarta: Adicita.

Waluyo, Agus Dwi, September, 2007. Manfaat seleksi bahan pustaka. Media Pustakawan.

Nurjanah, Yuni, 2010. Seleksi Bahan Pustaka, Pengembangan Koleksi Modul 4. http://yuni-nurjanah.blog.undip.ac.id/files/2010/03/Pengembangan-Koleksi-Modul-4.pdf (download tgl. 20 Desember 2010)

Presiden RI. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Al-Rahman, Maulana Muhammad Fatwa Nafs, S.IP, 28 November 2009 12.52 WIB. Analisis Koleksi Perpustakaan: Seleksi, Penyiangan dan Evaluasi. http://maunglib.do.am/load/maunglibdoam/analisis_koleksi_perpustakaan_seleksi_penyiangan_dan_evaluasi/1-1-0-6 (download tgl. 27 Desember 2010)

Mashuri, Ilham, 2008. Pengembangan Koleksi. http://perpusstainkdr.multiply.com/ journal/item/5 (download tgl. 27 Desember 2010)

Alex, 2008, Bengkel Menulis: Menilai Karya Fiksi yang Bagus  http://sepocikopi.com/2008/12/05/bengkel-menulis-menilai-karya-fiksi-yang-bagus/

selengkapnya : Seleksi & Akuisisi

nikotin, tar dalam #rokok dari dr. @ryuhasan

1       Sekitar 90% perokok tahu bhw menghisap #rokok buruk utk kesehatan. Dan sekitar 60% perokok ingin berhenti merokok tapi tdk bisa

2       Tapi hampir semua perokok yakin bahwa menghisap #rokok rendah nikotin berarti sama dng berangsur2 mengurangi merokok

3       Para perokok malang itu menjadi korban mitos bhw #rokok rendah nikotin hanya memasukkan sedikit nikotin ke dlm tubuhnya

4       Nikotin adalah zat yg sangat membuat kecanduan, bahkan bagi mrk yg hrs menjalani operasi larinx akibat #rokok, 40% merokok lagi stlh operasi

5       Perusahaan rokok memang bisa saja memproduksi #rokok tanpa nikotin, tp tdk akan dilakukan, karena nggak bakalan ada yg mau beli produk mrk

6       Seperti juga pecandu kokain yg menghirup gula tidak ada artinya bg mrk. Pecandu #rokok pun memerlukan efek nikotin

7       Sebatang #rokok adlh alat yg sangat efisien untk menjadi kecanduan, beruntunglah perusahaan rokok. Tapi celakalah para perokok

8       #rokok mengirimkan ke otak sejumlah nikotin yg diperlukan utk memastikan kecanduan yg berlanjut dlm waktu 11 detik penghirupan asapnya

9       Jika anda ingin membuat seseorg kecanduan #rokok, anda hanya perlu waktu singkat antara ktk mrk menghisap rokok & ktk mrk merasakan hasilnya

10     Menghisap nikotin dr sebatang #rokok sebanding dgn harganya. Rata2 perokok memiliki 40 milyar molekul nikotin dlm setiap mililiter darahnya

11     Nikotin dapat berefek berlawanan, tergantung dosisnya. Dosis rendah akan merangsang pikiran & meningkatkan detak jantung & tek darah. #rokok

12     Sebaliknya, pada dosis tinggi, nikotin akan menenangkan dan menurunkan detak jantung. #rokok

13     Para penghisap #rokok sering kali tanpa sadar menyesuaikan seberapa keras dan sering mrk menghisap, utk mendapatkan dosis rendah atau tinggi

14     Apa benar #rokok rendah nikotin memberikan tingkat nikotin yang rendah. Seperti kebohongan mitos2 lain, ada juga sedikit kejujuran di dlmnya

15     Benar bhw #rokok rendah nikotin menghasilkan lbh sedikit nikotin. Tapi ini hanya berlaku ketika diuji di mesin pengukur kadar rokok

16     Tapi, ketika menghisap #rokok rendah nikotin, para perokok itu memperoleh nikotin sebanyak yg mrk peroleh dari rokok biasanya

17     perokok perlu khasiat nikotin, ktk mrk menghisap #rokok rendah nikotin, mrk akan menhisap lbh kuat & lbh sering utk mendapat dosis yg sesuai

18     Celakanya lagi, ktk anda menghisap #rokok yg menyala, anda juga menghisap lbh banyak karbon monoksida

19     Tingginya karbon monoksida akan memeksa tubuh anda membentuk lbh banyak hemoglobin, yg akan membuat darah anda lebih kental. #rokok

20     Kekentalan darah yg tinggi akan meningkatkan resiko terserang stroke. #rokok

21     Jadi, sebenarnya lebih berbahaya menghisap #rokok rendah nikotin, krn utk memperoleh kadar nikotin yg diinginkan, gas CO yg masuk lbh banyak

22     Jika seseorg terbiasa menghisap #rokok kadar nikotin medium mencoba yg kadar tinggi, mrk akan menghisap tdk terlalu dlm, dosis sdh tercapai

23     Akhirnya, perusahaan rokok lbh senang memproduksi #rokok rendah nikotin. Krn diperlukan lbh banyak batang rokok utk mendapat dosis yg sesuai

24     Jadi, #rokok rendah nikotin bukan hanya memberi anda nikotin yg tetap tinggi dan gas CO, tapi juga menjebak anda dlm rasa aman yg palsu

25     Yg lebih parah lagi, perusahaan #rokok tidak hanya mempromosikan nikotin rendah, tapi juga berkurangnya kadar “tar” dlm produk2 baru mereka

26     Perusahaan #rokok memberikan pernyataan yg seolah2 tar itu adalh bahan baku yg mudah dihilangkan demi kesehatan yg lebih baik. Bohong besar

27     Tar dlm #rokok adlh kombinasi 2.000-10.000 materi toxic (beracun), termasuk alkaloid, amonia, C02, C0, hidrogen sianida.

28     Materi2 toxic itu dlm industri #rokok dikenal sebagai “total particular mater”, terbentuk krn pembakaran bahan organik (kertas & tembakau)

29     Kombinasi antara nikotin dan tar dlm #rokok adalah materi yg sangat efektif menurunkan kualitas kesehatan anda

30     Pd 2010, sekitar 7 ribu penelitian ttg rokok yg dipublikasikan di majalah2 ilmiah di slrh dunia. Semua berkesimpulan tdk ada manfaat #rokok

31     Seharusnya para perokok sudah tahu bhw mrk tidak hanya membahayakan diri sendiri tp juga meracuni org lain di sekitarnya. #rokok

32     Saya tidak benci perokok, tapi saya akan sangat mengargai kalau para perokok itu “menelan” semua asap #rokok yg dihisapnya.

33     Pada akhirnya toh kembali kepada anda masing2 memutuskan terus menghisap #rokok atau berhenti, meskipun yg terakhir itu memang sulit

34     Sekian ocehan ttg nikotin, tar dalam #rokok, kurang lebihnya harap maklum

Awas “Hukuman” Mempengaruhi Perkembangan Sosio-emosionl Anak

Oleh: Raudhatul Jannah | 02 January 2011 | 06:35 WIB (kompasiana.com)

Di jaman modern ini masihkah ada orang tua yang otoriter???????????????????
Terkadang orang tua terjebak pada tindakan menghukum anak karena ego dan jengkel serta merasa tak mampu mengatasi perilaku anak. Kenalkan konsep bahwa anak tidak pernah salah jika orang tua mengajarinya dengan benar. Sabar dan sabar, itu mungkin kata yang harus ada dalam benak setiap orang tua.
Bagi yang memiliki usia anak usia batita, pasti akan merasakan bahwa inilah usia dimana anak suka menjadi pembangkang dan sulit untuk diarahkan. Akibatnya, orang tua akan berusaha tegas, namun terjebak pada tindakan otoriter dan suka memberikan hukuman
Hati– hati, jika menghukum anak tanpa memperhatikan rambu – rambu dan tidak didasarkan atas tujuan menghukum akan memiliki dampak negatif
Hukuman yang salah, dapat berdampak merusak konsep diri anak. Hati – hati jika mendapati anak minder dan takut melakukan sesuatu, bisa jadi ia menjadi korban dari hukuman yang salah. Ciri yang paling menonjol pada kasus ini, anak bawaannya takut dan tidak berani tampil serta takut salah. Ia tidak menemukan konsep dan nilai positif yang ada pada dirinya.
Ingat, masa batita adalah masa keemasan ( golden years ) dan masa pembentukan ( formative years ) yang tak mungkin terulang kembali. Jika hukuman yang diberikan salah dan penuh dengan larangan, maka anak akan terhambat dalam proses menjelajah, inisiatif dan mengeksplorasi rasa ingin tahunya. Waspadalah jika anak menjadi tidak mempunyai inisiatif dan tidak punya pendirian.
Hukuman yang salah juga akan mengakibatkan anak menjadi konformis dan cenderung untuk selalu seragam dengan pendapat orang lain. Ia akan memiliki ketakutan untuk berbeda dengan orang lain.
Dampak lain pada hukuman yang salah, anak menjadi tidak kreatif sehingga potensinya tidak terealisir. Anak akan takut untuk mencoba sesuatu karena dalam pikirannya sudah penuh dengan rambu – rambu larangan dan ancaman.
Dengan memahami dan mengetahui dampak negatif dari hukuman ( punishment ), orang tua akan lebih berhati – hati dan arif serta bijak ketika akan memberikan hukuman pada anak. Sebenarnya secara konsep, hukuman / punishment bukan cara atau mekanisme yang paling baik dalam mendidik. Mengajak anak bicara dan membuatnya mengerti adalah mekanisme terbaik dalam mendidik dan menegakkan disiplin pada anak.

Koleksi Referens (Reference)

BAB I

PENDAHULUAN

 

Pada umumnya koleksi perpustakaan ditinjau dari isinya terdiri dari dua jenis, yaitu koleksi sirkulasi (buku teks yang biasa dipinjamkan) dan koleksi referensi (koleksi rujukan). Dalam memanfaatkan perpustakaan yang harus diketahui dan dipamahi  oleh para pengguna adalah  memahami  masing-masing fungsi dari jenis koleksi tersebut agar dalam mencari informasi di perpustakaan berjalan efektif dan efisien.

 

Koleksi sirkulasi (buku teks) umumnya merupakan buku-buku ajar dimana setiap babnya merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan pokok bahasannya. Sehingga dalam pemanfaatannya biasanya  harus dibaca secara keseluruhan.

 

Berbeda dengan koleksi referensi, koleksi ini merupakan koleksi yang memberikan penjelasan tentang informasi tertentu. Informasi ini bersifat menyeluruh dalam lingkupnya; uraiannya padat, fungsinya memudahkan penemuan informasi dengan cepat, tepat dan benar. Koleksi ini disusun dengan sistem tertentu: sistem alfabetis (kamus, ensiklopedi), sistem kronologis (ikhtisar), sistem tabel (statistik), sistem wialayah (atlas, peta), sistem golongan-golongan (bibliografi, handbook, almanak)     (Lasa, 1990: 70).

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

Jenis-Jenis Koleksi Referensi

Seorang pustakawan memerlukan belajar dan pengalaman bertahun-tahun sebelum mampu menguasainya. Kemampuan tersebut akan menimbulkan sebutan baru sebagai pustakawan referensi. Sungguhpun demikian, staf perpustakaan maupun pemakai perlu memiliki pengetahuan umum mengenai buku referensi beserta cakupanya. Buku referensi dapat dibagi berdasarkan jenisnya, formatnya maupun criteria lainnya.

 

Jenis-Jenis koleksi referensi adalah sebagai berikut :

1.    Kamus

Kamus berisi kata atau istilah yang digunakan dalam suatu subjek, profesi, yang disusun menurut abjad yang disertai dengan makna, ejaan, ucapan, pemakaian, dan sejenisnya.

Contoh :

Judul :      Kamus Lengkap Bisnis ; Collins Dictionary of Business / Second edition

Pengarang :      Christopher Pass & Biyan Lowes

Penerbit :      Erlangga

Tahun :      1994

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi informasi langsung

Cakupan :      Khusus untuk istilah bisnis

Cara Penelusuran :      Berdasarkan Abjad

 

2.    Ensiklopedia

Ensiklopedia merupakan cara rujukan cepat yang menjanjikan informasi mengenai setiap ilmu pengetahuan dan salah satu ilmu pengetahuan. Ensiklopedia ini merupakan gudang pengetahuan yang memberikan informasi yang berarti. Ensiklopedia lebih cepat digunakan untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan latar belakang yang berkaitan dengan informasi umum serta pendidikan mandiri. Pemakai menggunakan ensiklopedia untuk keperluan cabang ilmu pengetahuan, ensiklopedia tidak didesain untuk dibaca seluruhnya.  Susunan ensiklopedia biasanya menurut abjad di bawah tajuk subjek. Tajuk tersebut dapat bersifat luas maupun spesifik.

Contoh :

Judul :      Ensiklopedia Nasional Indonesia ; Buku 6 huruf G

Penerbit :      PT. Cipta Adi Pustaka

Tahun :      1989

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi informasi langsung

Cakupan :      Nasional / Indonesia

Cara Penelusuran :      Berdasarkan Abjad

3.    Buku Panduan dan Pedoman (Hand book / manual)

Buku panduan merupakan kumpulan berbagai jenis informasi yang disusun secara padat dan siap pakai khusus dalam sebuah bidang. Buku panduan lazimnya digunakan sebagai sarana pemeriksa atau menguji data untuk membantu pamakai dalam tugasnya.

Contoh :

Judul :      Handbook of Qualitative Research ; Second Edition

Pengarang :      Norman K. Dezin

Yuonna S. Lincoln

Penerbit :      Sage Publication Thousand Oaks, California

Tahun :      2000

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi informasi langsung

Cakupan :      Khusus

Cara Penelusuran :      penelusuran melalui index dan abjad

 

4.    Direktori

Direktori adalah daftar tokoh atau organisasi atau lembaga yang disusun secara sistematik, biasanya menurut abjad atau susunan kelas, subjek dan memberikan data mengenai nama, alamat, afiliasi, kegiatan, dan sebagainya.

Contoh :

Judul :      Direktori Beasiswa : Pendidikan Dasar, Menengah & Tinggi Dalam dan Luar Negeri

Pengarang :      Bambang Hariyanto

Penerbit :      Departemen Agama

Tahun :      2003

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi petunjuk kepada sumber informasi

Cakupan :      Khusus / dalam dan luar negeri

Cara Penelusuran :      penelusuran melalui daftar isi / subjek

 

5.    Almanak

Almanak dan buku tahunan memuat keterangan mengenai peristiwa, fakta dan informasi statistik, Pengertian almanak sendiri adalah ikhtisar data dan statistik yang berhubungan dengan negara, instansi, kejadian/peristiwa, subyek dan sebagainya. Informasi yang dimuat dalam almanak ini bisa bersifat informasi terbaru (current) dan dapat pula bersifat informasi masa lampau (retrospektif). Biasanya almanak diterbitkan setahun sekali (annual), tetapi ada juga almanak yang terbit dua tahun sekali (biannial).

Contoh :

Judul :      The 1929 World : Almanac & Book of Facts ; Facsimile Edition

Penerbit :      American Heritage Press Workman Publishing Co. Inc.

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi informasi langsung

Cakupan :      Khusus

Cara Penelusuran :      penelusuran melalui daftar isi atau subjek

 

6.    Sumber Biografi

Sumber biografi merupakan sumber informasi penting bagi tugas referens. Sumber tersebut memberikan keterangan orang khususnya mengenai tanggal lahir dan kematian, kualifikasi, pendidikan, jabatan yang dipegang, dan sumbangan pada bidangnya, masyarakat, serta alamat orang.

Contoh :

Judul :      Perjalanan Seorang Amerika ; Colin Powell / My American Journey an Autobiography

Pengarang :      Colin L. Powell

Joseph E Persico

Penerbit :      Angkasa

Tahun :      1995

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi informasi langsung

Cakupan :      Khusus

Cara Penelusuran :      penelusuran melalui index

7.    Index dan Abstrak

Indeks dan abstrak adalah koleksi rujukan yang berisi daftar karya tulis yang disusun secara sistematis, untuk menunjukkan dimana bahan-bahan tersebut dapat ditemukan. Karya tulis tersebut. dapat berupa artikel majalah atau terbitan berkala lainnya, bagian-bagian dari buku teks, tesis, disertasi, laporan penelitian, pidato-pidato, terbitan pemerintah dan sebagainya. Abstrak merupakan suatu ringkasan atau sari karangan dari suatu penerbitan atau artikel, sering terbatas pada subyek tertentu, dengan disertai sekedar gambaran bibliografis sehingga memungkinkan artikel tersebut dapat ditemukan.

Contoh:

Judul :      Indeks Biologi dan Pertanian Indonesia (Indonesia Biological and Agricultural Index).

Penerbit :      Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi, Bogor

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi petunjuk kepada suatu sumber informasi

Cakupan :      khusus masalah Biologi dan pertanian

Cara Penelusuran :      Indeks

 

8.    Bibliografi

Bibliografi merupakan daftar tersusun rapi yang memuat sumber primer atau sumber lain mengenai subjek atau tokoh tertentu.

Contoh:

Judul :      Bibliografi Beranotasi tahun 1997-2002: Buku Bacaan Umum/Dewasa dan Remaja

Pengarang :      Adwityani S.

Penerbit :      Yayasan Buku Utama, Jakarta

Tahun :      2004

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi petunjuk kepada suatu sumber informasi

Cakupan :      umum / dewasa dan remaja

Cara Penelusuran :      Abjad dan Indeks

 

9.    Sumber Geografis (Atlas, Peta, Globe)

Adalah koleksi rujukan yang khusus memuat informasi geografis dalam bentuk penyajian yang berupa atlas, peta, globe, kamus ilmu bumi (Gazetter), atau buku petunjuk (guide book). Kamus ilmu bumi berisi mengenai pengucapan kata tempat, lokasi, deskripsi secara singkat, luas daerah, jumlah penduduk, dan sebagainya.

Contoh:

Judul :      The Columbia Lippincott Gazetter of the World. ed.

Pengarang :      L.E. Selter

Penerbit :      Columbia University Press

Tahun :      1962

Jenis :      Bahan Rujukan yang memberi informasi langsung

Cakupan :      Sumber biografi universal/ umum, dimana isinya tidak terbatas pada negara maupun waktu

Cara Penelusuran :      Index

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Depdikbud. Dikti (1980). Pedoman Pelayanan Sirkulasi dan Referensi Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: Dirjen Dikti.

Katz, W.A. (1982). Introduction to Reference work. Volume I Basic Information Sources. 4 Th editior. New York : Mc Graw-Hill.

Marnodi, S (1980). Referensi : Suatu Pengantar. Seri Penerbitan No: 21.Yogyakarta : Pusdiklat Perpustakaan IKIP Yogyakarta.

Christopher Pass & Biyan Lowes (1994). Kamus Lengkap Bisnis ; Collins Dictionary of Business / Second edition. Erlangga

_________(1989). Ensiklopedia Nasional Indonesia ; Buku 6 huruf G, PT. Cipta Adi Pustaka

Norman K. Dezin  (2000). Handbook of Qualitative Research ; Second Edition, Sage Publication Thousand Oaks, California

Bambang Hariyanto (2003), Direktori Beasiswa : Pendidikan Dasar, Menengah & Tinggi Dalam dan Luar Negeri, Departemen Agama

___________ , The 1929 World : Almanac & Book of Facts ; Facsimile Edition American Heritage Press Workman Publishing Co. Inc.

Colin L. Powell (1995), Perjalanan Seorang Amerika ; Colin Powell / My American Journey an Autobiography, Angkasa

___________ ,Indeks Biologi dan Pertanian Indonesia (Indonesia Biological and Agricultural Index), Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi, Bogor

___________ ,Bibliografi Nasional Indonesia, Pusat Pembinaan Perpustakaan

L.E. Selter (1962), The Columbia Lippincott Gazetter of the World. ed. Columbia University Press

selengkapnya : KOLEKSI REFERENS

Kurang Tidur Bisa Sangat Mematikan

AN Uyung Pramudiarja : detikHealth
detikcom – Jakarta, Kematian bagi manusia merupakan suatu yang tak terhindarkan, cepat atau lambat hanyalah soal waktu. Dalam kaitannya dengan kesehatan, salah satu faktor yang mempercepat kematian adalah kelelahan fisik dan mental akibat kurang tidur.

Dikutip dari AskMen, Minggu (19/12/2010), berikut ini beberapa dampak mematikan dari kurang tidur.

1. Kecelakaan lalu lintas
Diperkirakan terjadi 100.000 kecelakaan lalu lintas dalam setahun akibat pengendara mengantuk, 15.000 di antaranya memakan korban tewas. Pemicu utama rasa kantuk saat berkendara adalah kelelahan karena kurang tidur.

2. Kecelakaan kerja
Rasa letih akibat kurang tidur jelas mempengaruhi performa di tempat kerja sehingga bisa berdampak pada perkembangan karir atau bahkan kehilangan pekerjaan. Dampak yang lebih buruk bisa terjadi jika bekerja dengan alat berat, sebab risikonya adalah kecelakaan kerja yang bisa menyebabkan kematian.

3. Mudah tersinggung, depresi lalu bunuh diri
Tidur yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk dapat berpikir dengan jernih dan rileks. Kurang tidur bisa membuat seseorang mudah tersinggung dan merasa sedih, yang jika dibiarkan berlarut-larut suatu saat bisa menyebabkan depresi atau dampak yang paling buruk yakni bunuh diri.

4. Obesitas dan serangan jantung
Pola makan yang tidak sehat memang menjadi faktor utama pemicu obesitas, namun pola tidur juga berpengaruh. Rasa letih akibat kurang tidur bisa menghambat poduksi leptin atau hormon penekan nafsu makan, sehingga porsi makan jadi tidak terkontrol. Jika berat badan sudah tak terkendali, risiko serangan jantung bisa muncul sewaktu-waktu.

5. Diabetes
Berbagai penelitian membuktikan kurang tidur menyebabkan metabolisme makanan terganggu sehingga lebih mudah mengalami kenaikan kadar gula darah. Dampaknya bisa sangat mematikan, mulai dari luka yang sulit disembuhkan hingga kegagalan fungsi ginjal dan serangan jantung

Inovasi dokumen elektronik

Jangka Pendek
1. Mencetak label Barcode
Program pencetakan sudah dibuat, manager sudah setuju, menunggu pengadaan sticker label. 2. Membuat draft awal :
a. SOP entry data elektronik.
b. SOP pengiriman surat melalui email

Jangka Menengah
1. Memindai (scan) semua surat keluar, dengan tahapan :
a. Surat yang Scanning dilakukan untuk surat keluar yang sudah diberi nomor, membuat link dengan database. (dapat terlaksana apabila tersedia pegawai khusus scan) b. Mengetik nomor surat, scanning, membuat link dengan database.
Kelebihan sistem ini, surat tidak perlu di fotocopy, arsip yang disimpan berbentuk file pdf, tidak memerlukan penyimpanan di gudang arsip, pencarian mudah dan cepat.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.