Archive for the ‘Books Selection’ Category

Seleksi dan Akuisisi

1. Pengertian Seleksi informasi

a. Pengertian

1.         Menurut Sutarno, (2006:174), ”Pengadaan atau akusisi koleksi bahan pustaka merupakan proses awal dalam mengisi perpustakaan dengan sumber-sumber informasi”.

2.         Menurut Sumantri, (2002:29), ”Pengadaan bahan pustaka atau koleksi adalah proses menghimpun dan menyeleksi bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi, hendaknya koleksi harus relevan dengan minat dan kebutuhan peminjam serta lengkap dan aktual”.

3.         Darmono, (2001:57) meyebutkan bahwa, ”Pengadaan bahan pustaka merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan. Semua kebijakan pengembangan koleksi akhirnya akan bermuara pada kegiatan pengadaan bahan pustaka.

4.         Menurut ALA Glossary of Library and Information Science (1983) pengembangan koleksi merupakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penentuan dan koordinasi kebijakan seleksi, menilai kebutuhan pemakai, studi pemakaian koleksi, evaluasi koleksi, identifikasi kebutuhan koleksi, seleksi bahan pustaka, perencanaan kerjasama sumberdaya koleksi, pemeliharaan koleksi dan penyiangan koleksi perpustakaan.

5.         Menurut  Prof.  Dr. Sulistyo Basuki pengertian seleksi informasi lebih ditekankan pada pemilihan buku. Pemilihan buku artinya memilih buku untuk perpustakaan. Pemilihan buku berarti juga proses menolak buku tertentu untuk perpustakaan.Selanjutnya pengertian pengembangan koleksi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan bidang kepustakawanan.Pengembangan koleksi, seleksi dan pengadaan menjadi istilah-istilah yang saling melengkapi.

b. Jenis-jenis alat seleksi informasi/buku

Menurut Darmono, (2001, p. 55-56) menyatakan alat bantu seleksi adalah sebagai berikut:

1.     Katalog Penerbit dari berbagai Penerbit

Katalog penerbit berisi informasi buku-buku terbaru dari penerbit dalam dan luar negeri. Informasi yang dikandung biasanya berisi judul, pengarang, tahun terbit, jumlah halaman, harga buku dan sering pula menyertakan anotasi atau deskripsi cakupan isi buku.

2.     Tinjauan Buku

Tinjauan buku biasanya dimuat pada majalah ilmiah, surat kabar serta majalah popular. Ini merupakan salah satu alat untuk mengevaluasi dan seleksi tulisan bagi tulisan orang-orang ternama.

3.     Bibliografi Nasional Indonesia

Berisi informasi tentang terbitan seluruh Indonesia yang mencakup buku, laporan penelitian, bacaan anak-anak, terbitan pemerintahan, laporan konferensi serta peta.

4.     Daftar Buku IKAPI

Daftar ini merupakan katalog berbagai penerbit Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Katalog ini diterbitkan IKAPI dan isi dari daftar ini memuat judul, pengarang, jumlah halaman, ISBN, dan harga buku. Alat ini memuat informasi judul buku yang merupakan gabungan dari berbagai bidang pengetahuan.

5.    Resensi

Adalah suatu uraian pembicaraan maupun penilaian terhadap suatu karya yang menyangkut bentuk fisik maupun isinya. Resensi dapat disampaikan pada media tatap muka, diskusi buku, media cetak (buku, majalah, dan surat kabar), media dengar (radio), maupun media pandang dengar atau televisi.

Sujono Trimo (1986) menyebutkan beberapa alat bantu penyeleksian bahan pustaka sebagai berikut:

1.     Para ahli resources persons, yaitu para ahli yang diminta rekomendasinya berkaitan dengan koleksi sesuai dengan bidang ilmunya.

2.     Bibliografi (current, restrocpective) lokal, nasional, maupun internasional.

3.     Majalah-majalah profesional/resensi buku dalam surat kabar.

4.     Katalog-katalog penerbit, toko buku, dealer, serta lembaga tertentu.

Yuni Nurjanah (2010) menyebutkan bahwa Kategori alat bantu seleksi yaitu :

1.    Sumber informasi buku‐buku yang baru diterbitkan (in‐print books): dilengkapi dengan indeks pengarang, judul, dan subjek), mencakup data mengenai pengarang, judul, impressum (penerbit, kota terbit, tahun terbit), dan harga. Selain itu biasanya dilengkapi pula dengan ukuran buku, sifat2 khusus buku, keterangan mengenai seri, ISBN, dsb

2.    Katalog, brosur, dan lembar promosi

3.    Tinjauan buku‐buku masa kini

4.    Bibliografi nasional

5.    Pangkalan data terpasang (online database)

6.    Buku‐buku terbaik, daftar yang direkomendasikan, dan koleksi inti

7.    Bibliografi subjek

8.    Daftar Tambahan Koleksi (accession List)

Menurut Maulana Muhammad Fatwa Nafs Al-Rahman(2009) Untuk mendukung proses pemilihan bahan pustaka secara baik dan optimal perlu ditetapkan alat Bantu seleksi, antara lain: Daftar judul buku yang disahkan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah; katalog atau brosur penerbit; timbangan atau resensi buku; daftar terbitan berkala; dan usulan dari para pengguna.

2. Cara mengetes buku

Menurut BNSP menilai kelayakan buku teks pelajaran ada sebagai berikut :

1.      Buku teks pelajaran yang baik seharusnya berisi materi yang mendukung tercapainya SK (standar kompetensi) dan KD (kompetensi dasar) dari mata pelajaran tersebut.

2.      Kelayakan isi buku teks pelajaran dapat dinilai dari :

a.       Kelengkapan materi

b.      Keleluasaan

c.       Kedalaman

3.      Uraian materi yang ada di dalam buku secara implisit memuat materi yang mendukung tercapainya minimun SK-KD yang lengkap

Dalam mengetes buku fiksi, menurut Alex (2008) bacaan yang bagus memiliki isi :

1.      Cerita/tema yang kuat

2.      Plot yang menarik

3.      Gaya penulisan yang pas

4.      Karakter-karakter yang tak terlupakan

5.      Setting yang tepat

6.      Gaya bahasa yang memukau.

Menurut literatur dalam website id.shvoong.com berjudul Tips Untuk Memilih Buku Berkualitas, Dijelaskan bagaimana kiat agar bisa tetap memiliki buku yang berkualitas tanpa harus terlalu lama menghabiskan waktu memilih buku :

1.    Kualitas Bahasa.

Keteraturan bahasa dan kosakata yang sesuai dengan tingkatan pembaca cukup penting untuk criteria buku yang berkualitas karena dengannya kita akan memiliki kesan yang kuat dengan buku tersebut sebab kita paham maksud pengarangnya sehingga mendorong kita untuk memilikinya.

2.    Kualitas Penerbit

Mengapa penerbit menjadi salah satu factor penting? Karena dapat dipastikan bahwa hanya dari penerbit-penerbit yang berkualitaslah sebuah karya tulis yang baik lahir sebab dari penerbit professional kita memperoleh jaminan kualitas buku yang telah melalui proses-proses seleksi dan senor yang ketat.

3.    Kualitas Pengarang

Reputasi pengarang biasanya menjadi salah satu indicator penting penilaian kualitas sebuah buku. Factor pendidikan dan atau pengalaman pengarang biasanya merupakan jaminan dari kualitas karya yang dihasilkannya.

4.    Kualitas isi

Kesatuan isi juga menjadi salah satu faktor penting, sebab dengannnya pembaca akan merasa memperoleh tambahan ilmu pengetahuan sehingga tak merasa rugi memiliki buku tersebut walaupun harganya sedikit mahal.

5.    kualitas cetakan.

Dengan penataan yang profesinal, secara otomatis akan meningkatkan kualitas isi dari buku sehingga pembaca akan memiliki kesan yang kuat terhadap buku tersebut dan merasa sejalan dengannya sehingga tak merasa untuk memilikinya karena pengeluaran yang dilakukan sepadan dengan kualitas buku dan ilmu yang kita peroleh.

3. Prinsip-prinsip Seleksi Buku / Informasi

Seleksi merupakan serangkaian proses kegiatan penelitian dan pemilihan bahan pustaka dalam proses pengadaan koleksi yang akan diadakan oleh suatu perpustakaan untuk menambah koleksi bahan pustaka agar koleksi tersebut sesuai dengan kebutuhan para pemakainya . Dalam melakukan kegiatan seleksi ada beberapa prinsip seleksi yang digunakan. Beberapa prinsip dalam melakukan seleksi bahan pustaka yaitu: (Spiller, 1974)

1.    Melakukan pendekatan subyek (subject approach), artinya dalam melakukan seleksi buku, harus memperhatikan subyek dimana perpustakaan tersebut bernaung atau berada,

2.    Tingkat dan mutu bahan pustaka (level of material),

3.    Harga buku (book prices),

4.    Standard kualitas fisik buku (physical standard),

5.    Dapat dibaca dan menarik (readibility)

Kriteria pengadaan bahan pustaka harus berdasarkan pertimbangan pertimbangan sebagai berikut (Lasa Hs, 2002, p. 10-11):

1.    Relevansi

Untuk pembelian dan penerimaan koleksi perpustakaan hendaknya selalu dikaitkan dengan tujuan perpustakaan yang bersangkutan.

2.    Perundangan dan peraturan pemerintah

Pengelola perlu memperhatikan pandangan, peraturan maupun kebijakan pemerintah pusat atau daerah tentang penerbitan dan perbukuan Indonesia.

3.    Penulis

Perpustakaan harus hati-hati dalam pembelian buku karena penulis sering memasukkan ide atau pemikiran yang tidak sejalan dengan pola pemikiran ajaran-ajaran islam atau dengan kurikulum yang berlaku.

4.    Penerbit

Karya cetak yang dipilih harus merupakan produk penerbit dengan standar kualitas yang tinggi dan reputasi yang baik khususnya dalam penyajian materi. harus selektif dalam pemilihan.

5.    Kualitas Materi

Yang perlu diperhatikan dalam kalimat materi adalah tentang fisik buku seperti kualitas kertas, penjilidan, maupun tata letak layout. Dari sini dapat diketahui buku asli atau bajakan.

6.    Sistematika Penulisan

Sebuah buku harus mengikuti tata cara penulisan yang berlaku, seperti pembagian bab, penomoran, pemilihan huruf besar dan kecil, dan sebagainya. Buku yang tidak sistematis akan membingungkan pemakainya.

7.    Tahun Terbit

Dalam pemilihan buku terutama buku-buku pelajaran hendaknya dipilih buku terbitan terbaru karena kandungan isi buku terbitan lama mungkin sudah tidak cocok lagi dengan kurikulum

Menurut Waluyo (1997, p. 42) ada delapan prinsip pemilihan buku yang dapat dijadikan pedoman bagi pustakawan yang bertugas pada bagian pengadaan bahan pustaka.

1. pemilihan bahan pustaka hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari masyarakat yang dilayani serta disesuaikan dengan tujuan dan fungsi perpustakaan.

2.    buku-buku yang dipilih hendaknya disesuaikan untuk semua orang tanpa memandang golongan etnis, agama, aliran, politik, keadaan sosial dari para pembaca. Dengan demikian perpustakaan ikut membantu pelaksanaan demokrasi kepentingan umum.

3.    pemilihan buku hendaknya ditujukan untuk kepentingan masyarakat agar dapat membawa manfaat kemajuan pengetahuan dan kekayaan jiwa dalam arti positif, baik inspirasi, informasi, maupun rekreasi.

4.    harus ada kebebasan atau kemerdekaan dalam membaca atau seleksi buku. Dihindarkan pengaruh pribadi atau kepentingan dari satu kelompok orang saja, dalam hal kebebasan memilih dan membaca ini, maka secara ideal sebaiknya sensor buku dijauhkan, baik sensor dari pustakawan atau sensor pemerintah.

5.    buku-buku yang dipilih harus memenuhi syarat-syarat kualitas yang ditentukan antara lain dalam subyek, reputasi pengarang, penerbit dan fisik buku, misalnya mengenai mutu isinya, otoritas atau keahlian pengarang, cara penyajiannya, susunan edisi, bibliografi ilustrasi, tipografi serta segala make up fisik dan umum dari buku tersebut.

6.    pustakawan harus memberikan pertimbangan dengan keputusan yang tepat atas pemilihan dan kebutuhan masyarakat. Pustakawan yang akan menentukan keputusan akhir atas buku yang dipilih.

7.    untuk memudahkan tugas seleksi buku sebaiknya mempergunakan alat-alat seleksi sebagai sumber-sumber informasi dalam pemilihan ini, misalnya bibliografi, katalog penerbit, indeks, abstraks, iklan buku, resensi buku, saran-saran dari para subject specialist dan sebagainya.

8.    memilih buku yang tepat untuk pembaca dalam waktu yang tepat.

David Spiller (1982 : 83-90) mengungkapkan secara umum kriteria-kriteria yang diterapkan dalam seleksi, yaitu :

1.        Tujuan, Cakupan, dan kelompok Pembaca

Bahan pustaka yang akan dipilih hrus mempertimbangkan secara sungguh-sungguh kesesuaiannya dengan tujuan, cakupan, dan kelompok pembaca.

2.        Tingkatan Koleksi

Tingkatan koleksi menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan koleksi tertentu. Tingkatan mana yang diprioritaskan dapat berbeda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lain. Dasar perbedaan ini dapat ditimbulkan oleh adanya tipe perpustakaan yang berbeda-beda.

3.        Otoritas dan Kredibilitas Pengarang

Otoritas pengarang harus ditentukan secermat-cermatnya.Jika pengarang bukan pakar yang dikenal dalam bidangnya, kualifikasinya dalam penulisan buku harus diteliti dengan baik.

4.        Harga

Harga publikasi dapat diketahui melalui bibliografi.Namun, untuk mengetahui nilai intrinsic sebuah buku hanya dapat dinilai lewat buku itu sendiri.Selektor perlu mempertimbangkan secara bertabggung jawab ketika memutuskan pemilihan bahan pustaka di atas harga rata-rata. Apakah sangat dibutuhkan dan akan banyak digunakan atau tidak.

5.        Kemutakhiran

Data tentang tanggal penerbitan bahan pustaka tetap perlu direvikasi.Penerbitan bahan pustaka tertentu mungkin saja diterbitkan beberapa tahun setelah penelitian sehingga nilai intrinsik dan kemutakhirannya berkurang.

6.        Penyajian Fisik Buku

Penampilan fisik buku-buku dapat mempengaruhi keputusan seleksi.Bahan pustaka seharusnyalah bersih, rapi, dan dapat dibaca.

7.        Struktur dan Metode Penyajian

Pustakawan dengan latar belakangsubjek tertentu biasanya dapat memperoleh gam,baran tentang struktur buku melalui daftar isi.

8.        Indeks dan Bibliografi

Keberadaan bibliografi dan indeks sebuah buku dapat diketahui secara jelas lewat entri dalam bibliografi nasional. Meskipun demikian, kualitas bibliografi dan indeks akan dapat ditentukan secara tepat apabila langsung diperiksa dan dilihat pada buku itu sendiri. Catatan kaki dan daftar rujukan bias memperkuat klaim keaslian penelitian.

4. Kriteria buku/informasi yang harus di “sensor”

Jaksa Agung Muda Intelijen Mohammad Amari menguraikan sepuluh kriteria buku yang dianggap mengganggu ketertiban umum dan dapat menyebabkan peredarannya dilarang (TEMPO Interaktif, 13 April 2010), yaitu :

1.      Barang cetakan yang berisi tulisan, gambar, atau lukisan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya dalam sidang uji materi Undang-undang nomor 4/PNPS/tahun 1963 di Mahkamah Konstitusi, Rabu (14/4).

2.      Bertentangan dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, atau yang sekarang disebut Rencana Pembangunan Jangka Panjang.

3.      Mengandung dan menyebarkan ajaran komunisme, marxisme, dan leninisme.

4.      Merusak kesatuan dan persatuan masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5.      Merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan.

6.      Merusak akhlak dan memajukan pornografi dan pencabulan.

7.      Memberikan kesan anti Tuhan, anti agama, dan penghinaan terhadap salah satu agama yang diakui di Indonesia, sehingga merupakan penodaan dan perusak kerukunan hidup beragama.

8.      Merugikan dan merusak pelaksanaan program pembangunan nasional yang tengah dilaksanakan dan hasil-hasil yang telah dicapai.

9.      Mempertentangkan suku, agama, ras, dan adat istiadat.

10.  Hal lainnya yang dianggap dapat pula mengganggu ketertiban umum.

Kriteria buku yang harus di ”sensor” menurut Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Pasal 12 ayat (3) :

(3) Bahan perpustakaan yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan disimpan sebagai koleksi khusus Perpustakaan Nasional.

Penjelasan  UU No. 43 tahun 2007 :

Yang dimaksud bahan perpustakaan yang dilarang menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1963 adalah barang-barang cetakan yang isinya dapat mengganggu ketertiban umum, khususnya mengenai buletin, surat kabar harian, majalah dan penerbitan berkala. Untuk kepentingan penelitian dan pengembangan keilmuan, bahan perpustakaan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan disimpan sebagai koleksi khusus Perpustakaan Nasional untuk didayagunakan secara terbatas.


5. Contoh prosentase komposisi subyek pada perpustakaan umum (dari 10 subyek)

NO. URAIAN % JUMLAH
1 000 Karya Umum 10 28
2 100 Filsafat 5 14
3 200 Agama 20 56
4 300 Ilmu-ilmu Sosial 10 28
5 400 Bahasa 5 14
6 500 Ilmu Murni 10 28
7 600 Ilmu Terapan 15 42
8 700 Kesenian 10 28
9 800 Kesusastraan 10 28
10 900 Sejarah dan Geografi 5 14
JUMLAH 100 % 280


DAFTAR PUSTAKA

Darmono, 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta: PT. Gramedia.

Margono, Yusuf, 2009. Pemanfaatan Resensi-Literatur. http://eprints.ui.ac.id/73532/ 1/127302-RB13Y439p-Pemanfaatan%20resensi-Literatur.pdf (download tgl. 20 Desember 2010)

Basuki, Sulistyo, 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Trimo, Soejono, 1986. Pengadaan dan penyeleksian bahan pustaka. Bandung: Angkasa.

Lasa HS, 2002. Membina Perpustakaan Madrasah dan Sekolah Islam. Yogyakarta: Adicita.

Waluyo, Agus Dwi, September, 2007. Manfaat seleksi bahan pustaka. Media Pustakawan.

Nurjanah, Yuni, 2010. Seleksi Bahan Pustaka, Pengembangan Koleksi Modul 4. http://yuni-nurjanah.blog.undip.ac.id/files/2010/03/Pengembangan-Koleksi-Modul-4.pdf (download tgl. 20 Desember 2010)

Presiden RI. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Al-Rahman, Maulana Muhammad Fatwa Nafs, S.IP, 28 November 2009 12.52 WIB. Analisis Koleksi Perpustakaan: Seleksi, Penyiangan dan Evaluasi. http://maunglib.do.am/load/maunglibdoam/analisis_koleksi_perpustakaan_seleksi_penyiangan_dan_evaluasi/1-1-0-6 (download tgl. 27 Desember 2010)

Mashuri, Ilham, 2008. Pengembangan Koleksi. http://perpusstainkdr.multiply.com/ journal/item/5 (download tgl. 27 Desember 2010)

Alex, 2008, Bengkel Menulis: Menilai Karya Fiksi yang Bagus  http://sepocikopi.com/2008/12/05/bengkel-menulis-menilai-karya-fiksi-yang-bagus/

selengkapnya : Seleksi & Akuisisi

Istilah-istilah Seleksi & Akuisisi (Books Selection)

1. DESIDERATA
Definition
n. ~ A list of materials, especially books, that a repository seeks to acquire, especially published works.
Definisi
n. ~ Sebuah daftar bahan pustaka, terutama buku, yang berisi informasi dimana buku itu disimpan (repository), terutama karya yang dipublikasikan.
A Glossary of Archival and Records Terminology, (Richard Pearce-Moses, 2010)

http://www.archivists.org/glossary/term_details.asp?DefinitionKey=2490

10/11/2010 17:05

2. SENSOR
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia dijelaskan sebagai berikut :
1sen•sor /sénsor/ n 1 pengawasan dan pemeriksaan surat-surat atau sesuatu yg akan disiarkan atau diterima (berita, majalah, buku, dsb); 2 yg menyensor;
sen•sor•an n hasil menyensor;
pe•nyen•sor n 1 orang atau badan yg ditugasi memeriksa atau mempertimbangkan berita, surat, buku, film, dsb yg akan disiarkan supaya tidak bertentangan dng norma, peraturan, atau hukum yg berlaku; 2 penyiasat; pengkritik;
pe•nyen•sor•an n proses, cara, perbuatan menyensor
Kamus Besar Bahasa Indonesia online

http://pusatbahasa.diknas.go.id

Sensor berkaitan dengan pengembangan koleksi perpustakaan diasumsikan bahwa :
1) Penerapan sensor terhadap pengembangan koleksi perpustakaan akan menghambat kebebasan intelektual seseorang dan melanggar hak asasi manusia.
2) Masyarakat yang maju dan beradab hanya dapat dibangun di atas fondasi kebebasan akses terhadap semua informasi termasuk informasi yang dimiliki oleh perpustakaan.
3) Perpustakaan berhak untuk tidak membatasi, memindahkan, dan mengeluarkan bahan pustaka yang telah diseleksi dari perpustakaan.
4) Pustakawan secara professional bertanggung jawab dalam pengembangan koleksi. Pustakawan harus menjamin bahwa bahan pustaka dapat diakses oleh semua pengguna.
5) Perpustakaan harus melawan semua bentuk sensor, namun sensor bisa dilakukan karena alasan demi hukum.
Pengaruh Sensor terhadap Pengembangan Koleksi Perpustakaan (Studi Kasus di Lima Asosiasi Perpustakaan), (Mufid Rowi, 2010)

http://umum.kompasiana.com/2010/02/19/pengaruh-sensor-terhadap-pengembangan-koleksi-perpustakaan-studi-kasus-di-lima-asosiasi-perpustakaan/

3. WEEDING
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia dijelaskan sebagai berikut :
The process of identifying and removing unwanted materials from a larger body of materials.
A Glossary of Archival and Records Terminology, RICHARD PEARCE-MOSES

http://www.archivists.org/glossary/term_details.asp?DefinitionKey=476

Weeding dalam Perpustakaan disebut juga penyiangan
Yaitu proses seleksi dan penarikan koleksi dari perpustakaan: karena suatu keperluan tertentu, karena tidak bermanfaat lagi bagi pengguna perpustakaan yang bersangkutan, atau terjadi perubahan subjek untuk bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi, atau bah kan karena sangat dibutuhkan oleh perpustakaan lain.
Penyiangan Koleksi Perpustakaan, (Departemen Pertanian Bogor, 2001)
http://www.pustaka-deptan.go.id/pustakawan/Juknis21.pdf

4. RESENSI BUKU
Resensi buku adalah ulasan mengenai sebuah buku. Tujuan pembuatan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca berkenaan dengan sebuah buku, misalnya, apakah buku itu merupakan hasil karya yang baikl arau tidak, apakah buku itu patut mendapatkan sambutan dari masyarakat atau tidak, dsb
Resensi buku, (Firman Maulana, 2008)

http://firman94.multiply.com/journal/item/72

5. Bibliografi
Pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
bib•li•o•gra•fi n daftar buku atau karangan yg merupakan sumber rujukan dr sebuah tulisan atau karangan atau daftar tt suatu subjek ilmu; daftar pustaka;
— beranotasi bibliografi dng keterangan singkat pd tiap karangan, buku, atau karya yg judulnya terdaftar di dalamnya; — enumeratif daftar karya rekaman yg susunannya dibatasi oleh penyusunnya, dapat berupa susunan geografi, kronologi, atau subjek; — kini daftar buku yg disusun bersamaan dng waktu buku itu diterbitkan, biasanya terbit secara berkala; — lengkap bibliografi yg sudah lengkap; — pengarang bibliografi yg mendaftar buku, artikel, dan karya tulis lainnya tt pengarang tertentu, dapat berupa bibliografi dan kritik thd karya pengarang itu; — peta bibliografi kumpulan peta; — primer 1 bibliografi yg luas atau umum yg memuat buku yg masalahnya tidak saling berhubungan; 2 bibliografi yg merupakan catatan asli dr seluruh atau sebagian dr suatu terbitan; — sekunder bibliografi khusus yg mendaftar buku yg mencakupi satu subjek saja dan pendaftarannya dilakukan berdasarkan bibliografi primer; — setempat bibliografi buku atau bentuk lainnya yg berhubungan dng daerah geografi yg lebih kecil dr suatu wilayah (kabupaten); — subjek daftar bahan atau subjek mengenai individu tertentu; — terpilih bibliografi yg menyajikan literatur terpilih mengenai subjek tertentu
Kamus Besar Bahasa Indonesia online

http://pusatbahasa.diknas.go.id

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bibliografi (dari bahasa Yunani βιβλιογραφία, bibliographia, secara harfiah “penulisan buku”), sebagai sebuah praktik, adalah buku studi akademis seperti fisik, benda-benda budaya, dalam pengertian ini, juga dikenal sebagai bibliology (dari bahasa Yunani-λογία,-logia) . Secara keseluruhan, bibliografi tidak peduli dengan isi buku-buku sastra, melainkan lebih kepada “bookness” buku.
Sebuah bibliografi, produk dari praktek bibliografi, adalah daftar sistematis buku dan karya-karya lain seperti artikel jurnal. Bibliografi berkisar dari “karya dikutip” daftar di akhir buku dan artikel untuk menyelesaikan, publikasi independen. Sebagai karya-karya yang terpisah, mereka mungkin dalam volume terikat seperti yang ditunjukkan di sebelah kanan, atau terkomputerisasi database bibliografis. Sebuah katalog perpustakaan, meskipun tidak disebut sebagai bibliografi, adalah bibliografis di alam. Bibliografi karya-karya hampir selalu dianggap sebagai sumber tersier.
Wikipedia, (2010)

http://id.wikipedia.org/wiki/Bibliografi

6. LITERASI INFORMASI (LITERACY INFORMATION)
Menurut APISI:
“Literasi informasi adalah seperangkat ketrampilan untuk mendapatkan jalan keluar dari suatu masalah yang ada. Ketrampilan ini mencakup ketrampilan mengidentifikasi masalah, mencari informasi, menyortir, menyusun, memanfaatkan, mengkomunikasikan dan mengevaluasi hasil jawaban dari pertanyaan atau masalah yang dihadapi tadi”.1
Sedangkan menurut CILIP:
“Information literacy is knowing when and why you need information, where to find it, and how to evaluate, use and communicate it in an ethical manner.”1)
Pustakawan Dituntut Menguasai Literasi Informasi, (Marietta, 2007)

http://rettamd.blogspot.com/2007/07/pustakawan-dituntut-menguasai-literasi.html

7. SURVEY
Pengertian dalam A Glossary of Archival and Records Terminology :
n. ~ 1. A broad, general overview. – 2. The process of measuring the boundaries and contents of a piece of land. – 3. A map that records the boundaries and contents of a piece of land. – 4. A measure of some attitude or quality of a sample population made using a poll or questionnaire.
A Glossary of Archival and Records Terminology(RICHARD PEARCE-MOSES, 2010)

http://www.archivists.org/glossary/term_details.asp?DefinitionKey=1163

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas :
Survei adalah pemeriksaan atau penelitian secara komprehensif
Survei yang dilakukan dalam melakukan penelitian biasanya dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau wawancara, dengan tujuan untuk mengetahui: siapa mereka, apa yang mereka pikir, rasakan, atau kecenderungan suatu tindakan. Survei lazim dilakukan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif.
Dalam penelitian kuantitatif, survei lebih merupakan pertanyaan tertutup, sementara dalam penelitian kualitatif berupa wawancara mendalam dengan pertanyaan terbuka.
Wikipedia, (2010)

http://id.wikipedia.org/wiki/Survei

8. SHELVING
Pengertian dalam A Glossary of Archival and Records Terminology :
n. ~ Furniture made of shelves for storing materials.
Pengertian Book Shelving :
Book Shelving adalah metode penyusunan bahan pustaka di perpustakaan, Koleksi buku perpustakaan perlu disusun menurut sistem tertentu, agar mudah dicari bila diperlukan. Penyimpanan buku di dalam rak dalam pedoman ini menggunakan sistem penempatan relatif , dengan media penjajaran nomor panggil.
Petunjuk Teknis Penyusunan Bahan Pustaka Di Rak Perpustakaan (Sumiyati, 2000)
http://www.pustaka-deptan.go.id/pustakawan/Juknis09.pdf
9. SUPPLIES
Supplies adalah bentuk jamak dari Supply

Pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
suplai n 1 perbekalan; pembekalan; 2 persediaan barang-barang yg dibutuhkan dan dapat diperoleh;
Kamus Besar Bahasa Indonesia online

http://pusatbahasa.diknas.go.id

10. SORTIR
Pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
sor•tir v, me•nyor•tir v memilih (yg diperlukan dan mengeluarkan yg tidak diperlukan dsb); memilih-milih; memilah (barang dsb): – surat-surat;
pe•nyor•tir n 1 alat yg dipakai untuk menyortir; 2 orang yg menyortir;
pe•nyor•tir•an n proses, cara, perbuatan menyortir; pemilihan: telah dilakukan – thd surat-surat yg diterima;
Kamus Besar Bahasa Indonesia online

http://pusatbahasa.diknas.go.id

DAFTAR PUSTAKA

1. A Glossary of Archival and Records Terminology, RICHARD PEARCE-MOSES

http://www.archivists.org/glossary/term_details.asp?DefinitionKey=2490

2. Kamus Besar Bahasa Indonesia online
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php 10/11/2010 17:39
3. Pengaruh Sensor terhadap Pengembangan Koleksi Perpustakaan (Studi Kasus di Lima Asosiasi Perpustakaan), (Mufid Rowi, 2010)

http://umum.kompasiana.com/2010/02/19/pengaruh-sensor-terhadap-pengembangan-koleksi-perpustakaan-studi-kasus-di-lima-asosiasi-perpustakaan/

4. Penyiangan Koleksi Perpustakaan, (Departemen Pertanian Bogor, 2001)
http://www.pustaka-deptan.go.id/pustakawan/Juknis21.pdf
5. Resensi buku, (Firman Maulana, 2008)

http://firman94.multiply.com/journal/item/72

6. Pustakawan Dituntut Menguasai Literasi Informasi, (Marietta, 2007)

http://rettamd.blogspot.com/2007/07/pustakawan-dituntut-menguasai-literasi.html

7. Wikipedia, (2010)

http://id.wikipedia.org/wiki/Survei

8. Petunjuk Teknis Penyusunan Bahan Pustaka Di Rak Perpustakaan (Sumiyati, 2000)
http://www.pustaka-deptan.go.id/pustakawan/Juknis09.pdf

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.